Rabu, 11 Maret 2009

Semanis Apa Gula Tebu

Petani tebu setelah era bulog sebagai monopoli distribusi gula berakhir merasakan gula kadang tidak manis lagi. Hal ini dikarenakan proteksi harga tidak lagi dirasakan. Meskipun harga dasar gula dan dana talangan tiap tahun ditetapkan tidak banyak menolong. Penyeludupan gula sering dijadikan alasan bahwa harga gula semakin tidak menguntungkan petani tebu. Dari semua yang paling menyakitkan adalah ketika panen dan petani butuh dana untuk bayar hutang harga gula tidak jauh dari ongkos produksi. Tetapi ketika gula petani habis (tidak giling) harga gula melambung. Ini menunjukan bahwa regulasi gula Indonesia belum baik.

Jadi bagaimana sebetulnya hitungan bisnis tebu ini. Penjelasan dibawah ini mungkin secara garis besar saja, tetapi setidaknya dapat memberikan gambaran tetang bagaimana ajuan yang dapat kita pakai dalam bisnis tebu.

1. Rendemen Pabrik

Rendemen pabrik sangat menentukan penghasilan petani tebu. Misalnya produksi 1000 kuintal :

Rendemen 5 % berarti kita dapat gula 50 kuintal

Rendemen 6 % berarti kita dapat gula 60 kuntal

Dengan perbedaan 1 % rendemen saja perbedaan pendapatan sudah 20 % dan perbedaan rendemen 1 % ini peluangnya didapat dengan masa panen yang tepat pada saat rendemen pabrik tertinggi, biasanya rendemen pabrik tertinggi pada :

Pertengahan giling atau melewati 25 % dari jumlah hari gilingnya.
Pada saat musim kemarau
Mungkin ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa rendemen tebu juga menentukan. Memang bagi pihak pabrik gula sangat menentukan, artinya jika sebagian besar tebu yang masuk mempunyai rendemen yang tinggi maka peluang untuk mendapatkan gula lebih besar. Tetapi bagi individu petani mungkin tidak demikian, jika menunggu optimalnya rendemen tebunya kemungkinan rendemen pabrik bisa sudah menurun (biasanya disebabkan karena masa tanam yang kurang tepat), dan untuk menjamin kesepakatan tebang tebu yang rendemen optimalnya adalah sangat sulit (karena petani sangat banyak dan pabrik juga dikejar pasokan untuk giling berkesinambungan).

2. Produksi Tebu

Demikian juga produksi tebu. Misalnya rendemen 5% :


Produksi 1000 kuintal mendapatkan 50 kuintal gula

Produksi 1200 kuintal mendapatkan 60 kuintal gula

Meningkatkan produksi sebanyak 20% peluangnya sangat besar. Dengan teknis budidaya dan pengawasan panen yang ketat produksi bisa ditingkatkan. Tetapi potensi lahan juga dijaikan pertimbangan, jangan sampai penambahan biaya tidak seimbang dengan penambahan produksi karena tidak didukung oleh potensi kesuburan tanah dan varietas tebu. Dalam budidaya biaya tebang angkut akan berlipat jika lokasi sulit angkutan masuk dan dipanen pada waktu hujan.

3. Biaya produksi

Keseimbangan antara berapa biaya produksi dan potensi produksi tebu harus diperhitungkan secara cermat. Biaya produksi dipengaruhi beberapa hal, yang utama adalah :

Kesuburan tanah

Potensi tanaman yang dipengaruhi oleh jenis varietas dan katagori yaitu :

Tebu baru ditanam belum pernah ditebang, banyak diistilahkan TB (Tebu Baru) atau PC (Plant Cane)

Ratoon atau Keprasan yang merupakan tebu yang dipelihara dari tebu yang pernah ditebang. Jika pernah ditebang 1x disebut Ratoon I, ditebang 2x disebut Ratoon II dan seterusnya.

4. Harga gula

Harga gula lebih bisa dihitung karena pemerintah telah menetapkan harga dasar gula dan menyediakan mekanisme dana talangan. Tentu saja secara sederhana anda tinggal mengalikan jumlah gula yang didapat kali harga dasar gula, kemudian mengurangi biaya produksi. Maka anda bisa menhitung margin yang didapat. Kalau sulit mendapatkan info pasti harga dasar gula panen yang akan dating, harga dasar gula penen yang lalu bisa dijadikan ajuan.

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
passionate, risk taker, modal nekat, berani action dan terkadang nyleneh jadi jurus andalannya ... membangun imperium bisnis, dan seperti layaknya seorang family man, semua didedikasikan untuk anak, istri, orang tua dan keluarga ... semua dimulai dengan ranaka corp di bidang agrobisnis, bisnis 'bakul buah' ... mendirikan e-Works, entrepreneur workshop, wadah edukasi dan penyebaran virus entrepreneur ... TAKE RISK, GET DREAM, BE ENTREPRENEUR !!!