Senin, 25 April 2016

Petani Digital

Dunia online pertama kali saya kenal sekitar tahun 2000. Bikin email dan hampir tiap hari gunakan friendster untuk berburu teman. Mailing List saat itu marak untuk membuka jaringan, dan yahoogroups paling dikenal. 2005 mulai mengenal bisnis online terutama sejak mengikuti seminar Ane Ahira, tokoh yang sangat rajin mengenalkan peluang bisnis di dunia digital. Setelah itu muncul era google dan facebook, semua orang sibuk menjual apapun secara online termasuk para petani.

Saat ini hampir semua orang punya social media, dan serunya akun pribadi pun bisa dipake jualan. Produk pertanian pun tak luput dari incaran para pemain online. Buah, sayur, pupuk, benih, pestisida, produk olahan, bahkan ekspor pun bisa via online. Peluang membuka pasar semakin luas dan mudah dilakukan. Biaya pemasaran bisa ditekan dan tidak harus punya sales untuk bisa cetak cash milyaran.

Mahasiswa, pelajar bahkan anak kecil pun bisa jadi entrepreneur dengan memanfaatkan smartphone yang sudah sangat terjangkau. Telah terjadi lompatan dunia bisnis, bahkan ada yang bilang muncul era after google. Era dimana semua teknik pemasaran konvensional dikalahkan jurus digital


Rabu, 11 Maret 2009

Menembus Pasar Modern

Saat ini pasar modern telah muncul dan tersebar sampai ke kota kecil. Umumnya dikategorikan menjadi hypermarket, supermarket dan mini market. Ada yang memiliki jaringan nasional seperti Carrefour, Hypermart, Giant, Hero, Lion Superindo, Indomaret dan Alfamart. Ada pula yang menggunakan nama lokal.

Petani mempunyai kesempatan sangat besar memasarkan semua produknya di modern market. Sudah saatnya petani tidak tergantung pada permainan para tengkulak yang sering merugikan. Menembus pasar modern sendiri bisa memberikan nilai tambah lebih bagi para petani. Selain bisa mempunyai akses lebih dekat dengan konsumen, bisa mengerti kebutuhan pasar, tentunya akan meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.

Tahapan menembus pasar modern sebenarnya tidak lah sulit bahkan dibilang sangat sederhana. Malah saati ini hampir semua modern market lebih memilih punya akses langsung ke petani daripada melalui suplier yang sifatnya cuma sebagai perantara. Tentu ini menjadi peluang yang sangat bagus buat petani.

Tahapan yang perlu dilakukan adalah :

1. Kontak dengan Buyer

Modern market mempunyai staf khusus yang bertugas mencari suplier bagi kebutuhan mereka. Tugas mereka adalah sebagai pintu pertama bagi semua suplier, mulai dari pendaftaran, seleksi produk, penetapan harga beli, merancang promosi dll. Siapa buyer bisa ditanyakan langsung di tiap outlet atau langsung mendatangi kantor pusat masing-masing modern market. Perlu diketahui, buyer tiap kategori produk biasanya berbeda. Kategori buat produk petani disebut buyer fresh produce.

2. Siapkan Sample dan Price List

Umumnya buyer akan menanyakan dua hal ini, sample dan price list. Jadi siapkan produk terbaik yang kita miliki dan harga jual yang kita inginkan. Produk hendaknya dipilih dari rata-rata bukan hanya produk terbaik. Harga pun mestinya harus wajar. Kecuali buat produk-produk khusus seperti organik, hidroponik, eksotik dll. Modern market mempunyai konsep berbeda. Ada yang khusus memilih segmen pasar menengah ke atas, ada juga menengah ke bawah. Ini bisa diketahui saat petani melakukan kontak dengan buyer.

3. Kualitas dan Kontinuitas

Petani memang akan dituntut menyiapkan produk-produk berkualitas. Selain itu faktor kontinuitas juga menjadi faktor penting. Tapi modern market juga menyadari jika produk petani sangat tergantung musim. Jadi nilai tambah lebih jika petani bisa menyediakan produk pada saat off season, tentunya akan diperoleh profit margin lebih dan akan menjadi kan petani punya posisi tawar lebih kuat dibanding suplier lainnya.

4. Komunikasi

Petani hendaknya selalu menjaga komunikasi dengan pihak modern market, baik melalui buyer, supervisor, manager bahkan store manager. Selain itu juga harus mengenal baik staf modern market mulai di bagian receiving, admin dan keuangan. Jika petani bisa menjaga komunikasi tentunya akan membantu memudahkan semua urusan yang terkesan ribet.

Ayo majukan petani dan pertanian Indonesia!

Petani Mestinya Belajar Marketing

Seringkali kita dengar ada yang bilang 'petani indonesia selalu tidak punya posisi tawar' atau 'petani indonesia selalu menjadi kaum yang tertindas'. Memang tidak salah kalau ada komentar-komentar seperti itu. Tapi selama ini tidak pernah ada jalan keluar yang benar-benar memperjuangkan posisi petani tadi.
Kelemahan utama petani Indonesia adalah selalu melakukan pendekatan produksi. Petani hanya berpikir dan berlomba meningkatkan kuantitas hasil panen, meskipun sebagian telah menjaga kualitas produknya. Permasalahannya, ketika panen petani selalu kalah dalam penentuan harga dengan para tengkulak atau pedagang. Petani selalu tidak berdaya menghadapi tekanan tengkulak atau pedagang.

Mestinya petani belajar marketing. Petani belajar bagaimana bisa menentukan harga. Petani perlu belajar menjadi pedagang. Apa tidak bikin repot? Tentu untuk mencapai kesuksesan, kita semua mesti rela lebih repot. Tapi sebenarnya pekerjaan terberat hanya dilakukan di permulaan saja. Belajar sesuatu yang baru, tentu akan terasa berat. Selanjutnya tentu akan mengalir dengan sendirinya. Apalagi selama ini petani terkenal telah teruji menghadapi berbagai masalah. Jadi kalau pun diberi satu masalah lagi, belajar marketing, tentu akan sanggup dijalani petani.

Branding and Packaging

Merk atau brand sering dilupakan petani. Buat mereka, habis tanam dan laku dijual, urusan selesai. Akhirnya petani selalu jadi korban. Mestinya petani mulai memikirkan brand produk sendiri dan bisa dimulai dari langkah sederhana. Misalnya, petani yang produksi beras mulai bikin aja brand, apa aja. Pilih nama yang sederhana saja, seperti beras cap dewi sri, cap sapi, cap kampoeng etc. Nggak usah mikirin logo, jenis font, warna dll. Berani bikin merk sendiri sudah langkah yang bagus. Setelah itu buatin packaging atau kemasan dari plastik bening. Cantumkan merk tadi dengan teknik sablon, atau cukup selipkan kertas besar bertuliskan merk tadi. Mau tulisan diprint saja, boleh juga. Sekarang petani sudah memiliki produk beras dengan packaging plastik bening dan brand sederhana. Langkah sederhana ini mesti dimulai dulu. Keberanian ini mesti dimiliki petani kita.

Creating Market

Setelah branding dan packaging selesai, cobalah untuk menawarkan produk beras tadi. Bisa lewat arisan, pengajian, temen2 sesama petani, tetangga, saudara, bahkan ada tamu dateng ke rumah pun harus ditawari. Hal penting dalam menjual produk ini adalah hilangkan rasa malu. Petani mesti punya rasa percaya diri atas produknya. Toh mereka tanam sendiri dan tau detail kelebihan dan kekurangan produknya. Sedikit cerita perjuangan sejak membajak dan mencangkul sawah sampai proses panen, akan jadi cerita menarik untuk pembeli. Pilih kisah seru, lucu, sedih yang terjadi. Apapun alasan pembeli tertarik pada produk tadi, jangan terlalu dirisaukan. Kalaupun mereka beli karena munculnya empati, justru petani telah berhasil menjadi marketer yang hebat! Petani Indonesia, Let's Do Marketing!

Perlakuan Pengolan Tanah

Tujuan utama pengolahan tanah adalah menyediakan media tumbuh yang baik untuk kelangsungan hidup tanaman. Disamping itu juga pengolahan tanah dapat membantu memperbaiki drainase agar air mudah dialirkan, mengeluarkan racun dalam tanah dengan cara membalik tanah sehingga terjadi penguapan dan membunuh atau memotong siklus hidup gulma. Agar pengolahan tanah dapat memenuhi hal tersebut, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum kita mengolah tanah.


Jenis Tanaman

Setiap jenis tanaman mempunyai toleransi yang berbeda terhadap media tanamnya. Tanaman yang dipanen pada bagian akar (seperti umbi-umbian) memerlukan media tanah yang gembur dan dalam agar pertumbuhan umbinya lebih besar. Demikian juga jika tanaman tersebut tidak tahan terhadap genangan air, maka drainase harus lebih baik.

Jenis Tanah

Jenis tanah yang bengandung lempung cenderung lebih sulit dalam pengolahan tanah, karena jika terlalu kering atau terlalu basah akan mengeras. Tanah berlempung diusahakan diolah pada saat air kapasitas lapang (air tidak tergenang dan tidak meresap). Untuk tanah berpasir mengolah pada waktu basah akan lebih mudah.

Kemiringan lahan

Kemiringan lahan diperhatikan untuk mengatur jalannya air. Prinsipnya adalah pada waktu mengairi, lahan dapat cepat mendapatkan air secara merata (hemat air). Begitu juga jika mengeluarkan air, tidak ada air yang tergenang (adanya kubangan pada lahan). Pada waktu air keluar juga jangan sampai merusak tanaman karena terlalu deras.

Prinsip tersebut dipakai untuk membuat got ataupun bedengan tanaman. Kemiringan got atau bedengan tanaman yang baik adalah 2% sampai 7% tergantung curah hujan, jenis tanah, lebar got/bedengan.

Musim

Musim pada saat mengolah tanah mempengaruhi biaya dan mutu pengolahan tanah. Pada saat lahan terlalu basah atau terlalu kering mutu pengolahan tanah tidak sesuai harapan, bahkan kadang-kadang pengolahan tanah tidak berguna, contohnya pada tanah lempung basah kita lakukan rotary, tanah akan menempel pada rotary dan hasilnya sangat minim.

Vegetasi Lahan

Vegetasi lahan adalah tumbuhan di lahan pada saat pengolahan tanah. Idealnya pengolahan tanah dilakukan pada saat tidak ada tumbuhan diatasnya. Alat pengolahan tanah bisa terhambat jika banyak vegetasi/tumbuhan pada lahan, sehingga hasil tidak maksimal.

Jenis Alat

Jenis alat seperti bajak singkal, garu, rotary harus disesuaikan dengan jenis tanaman dan jenis tanah. Tanaman yang membutuhkan perakaran dalam membutuhkan bajak. Sedangkan tanaman yang membutuhkan gembur dapat mengunakan rotary.

Setelah mempertimbangkan faktor-faktor diatas kita dapat menentukan perlakuan pengolahan tanah agar mendapat hasil yang maksimal. Pemilihan perlakuan pengolahan tanah yang tepat akan menghasilkan media tanam yang baik dan biaya yang lebih efisien. Perlakuan pengolahan tanah biasanya dibedakan berdasarkan tujuannya.

Penyiapan dan pembersihan lahan

Penyiapan lahan pada umumnya bertujuan memperbaiki kemiringan lahan. Diusahakan kemiringan dalam sebuah petak/hamparan searah, agar tidak terjadi genangan air. Secara sederhana adalah menimbun lubang dan memangkas gundukan. Pembersihan lahan biasanya diabaikan pada pengolahan tanah, mungkin disebabkan sisa panen atau gulma yang tumbuh sebelumnya dapat menjadi bahan organik akibat tertimbun pengolahan tanah. Tetapi jika banyak sisa tanaman di lahan, alat pengolahan tanah bisa terhambat kerjanya, pada akhirnya mutu tidak maksimal dan kerusakan alat tinggi. Agar vegetasi tidak menganggu pengolahan tanah dilakukan pembabatan dan pembakaran sisa tanaman, tetapi ada pendapat yang menyatakan pembakaran dapat membunuh mikroorganisme tanah. Perendaman agar vegetasi mengalami pelapukan adalah langkah yang terbaik, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

Pembalikan Tanah

Tujuan pembalikan tanah adalah memecah kapiler tanah dan memperbaiki aerasi. Pembalikan tanah pertama diusahakan 90 derajat dari kemiringan tanah, supaya lahan jadi lebih rata. Setelah pembalikan tanah dibiarkan beberapa hari agar racun dalam tanah menguap. Lebih sering tanah dibalik lebih bagus. Alat yang dipakai biasanya bajak singkal atau bajak piring (disc plow). Semakin dalam pembalikan tanah akan semakin bagus.

Penggemburan Tanah

Penggemburan bertujuan meremahkan tanah supaya akar berkembang maksimal, semakin gembur tanah akan mendukung pertumbuhan awal tanaman (perkecambahan ataupun pertumbuhan tanaman muda). Alat yang digunakan biasanya garu atau rotary. Selain gembur biasanya tanah akan semakin rata. Penggunaan rotary tidak efektif pada lahan yang sangat basah. Gulma yang berkembang biak lewat akar jika dirotary semakin terpotong banyak dan semakin merata di lahan. Pemakaian herbisida pra tumbuh akan membantu menekan gulma pada lahan yang dirotary..

Pembuatan Alur Tanam (Bedengan)

Pembuatan bedengan bertujuan sebagai tempat tumbuh tanaman dan mengatur jalannya air. Dengan bedengan jumlah tanaman bisa dikontrol dan pemeliharaan lebih mudah. Kemiringan lahan perlu dijadikan acuan dalam menentukan arah bedengan, hal ini bertujuan agar drainase bisa lancar. Alat untuk membuat bedengan berupa kair atau pada umumnya dilakukan secara manual (mengunakan cangkul, lempak dll).

Setelah memperhatikan faktor-faktor sebelum pengolahan tanah dan menentukan perlakuan apa yang cocok untuk lahan dan tanaman, ada satu hal yang sangat penting dipertimbangkan, yaitu biaya. Biaya pengolahan tanah bisa mencapai 20 % sampai 50 % dari biaya pemeliharaan. Pengolahan tanah yang sempurna tentu lebih menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. Tetapi jangan sampai penambahan perlakuan pengolahan tanah menjadikan biaya produksi melambung. Pengamatan kondisi lahan, sifat tumbuh tanaman dan ketersediaan alat pengolahan tanah dapat menjadikan pertimbangan dalam menentukan kombinasi perlakuan tanah.

Semanis Apa Gula Tebu

Petani tebu setelah era bulog sebagai monopoli distribusi gula berakhir merasakan gula kadang tidak manis lagi. Hal ini dikarenakan proteksi harga tidak lagi dirasakan. Meskipun harga dasar gula dan dana talangan tiap tahun ditetapkan tidak banyak menolong. Penyeludupan gula sering dijadikan alasan bahwa harga gula semakin tidak menguntungkan petani tebu. Dari semua yang paling menyakitkan adalah ketika panen dan petani butuh dana untuk bayar hutang harga gula tidak jauh dari ongkos produksi. Tetapi ketika gula petani habis (tidak giling) harga gula melambung. Ini menunjukan bahwa regulasi gula Indonesia belum baik.

Jadi bagaimana sebetulnya hitungan bisnis tebu ini. Penjelasan dibawah ini mungkin secara garis besar saja, tetapi setidaknya dapat memberikan gambaran tetang bagaimana ajuan yang dapat kita pakai dalam bisnis tebu.

1. Rendemen Pabrik

Rendemen pabrik sangat menentukan penghasilan petani tebu. Misalnya produksi 1000 kuintal :

Rendemen 5 % berarti kita dapat gula 50 kuintal

Rendemen 6 % berarti kita dapat gula 60 kuntal

Dengan perbedaan 1 % rendemen saja perbedaan pendapatan sudah 20 % dan perbedaan rendemen 1 % ini peluangnya didapat dengan masa panen yang tepat pada saat rendemen pabrik tertinggi, biasanya rendemen pabrik tertinggi pada :

Pertengahan giling atau melewati 25 % dari jumlah hari gilingnya.
Pada saat musim kemarau
Mungkin ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa rendemen tebu juga menentukan. Memang bagi pihak pabrik gula sangat menentukan, artinya jika sebagian besar tebu yang masuk mempunyai rendemen yang tinggi maka peluang untuk mendapatkan gula lebih besar. Tetapi bagi individu petani mungkin tidak demikian, jika menunggu optimalnya rendemen tebunya kemungkinan rendemen pabrik bisa sudah menurun (biasanya disebabkan karena masa tanam yang kurang tepat), dan untuk menjamin kesepakatan tebang tebu yang rendemen optimalnya adalah sangat sulit (karena petani sangat banyak dan pabrik juga dikejar pasokan untuk giling berkesinambungan).

2. Produksi Tebu

Demikian juga produksi tebu. Misalnya rendemen 5% :


Produksi 1000 kuintal mendapatkan 50 kuintal gula

Produksi 1200 kuintal mendapatkan 60 kuintal gula

Meningkatkan produksi sebanyak 20% peluangnya sangat besar. Dengan teknis budidaya dan pengawasan panen yang ketat produksi bisa ditingkatkan. Tetapi potensi lahan juga dijaikan pertimbangan, jangan sampai penambahan biaya tidak seimbang dengan penambahan produksi karena tidak didukung oleh potensi kesuburan tanah dan varietas tebu. Dalam budidaya biaya tebang angkut akan berlipat jika lokasi sulit angkutan masuk dan dipanen pada waktu hujan.

3. Biaya produksi

Keseimbangan antara berapa biaya produksi dan potensi produksi tebu harus diperhitungkan secara cermat. Biaya produksi dipengaruhi beberapa hal, yang utama adalah :

Kesuburan tanah

Potensi tanaman yang dipengaruhi oleh jenis varietas dan katagori yaitu :

Tebu baru ditanam belum pernah ditebang, banyak diistilahkan TB (Tebu Baru) atau PC (Plant Cane)

Ratoon atau Keprasan yang merupakan tebu yang dipelihara dari tebu yang pernah ditebang. Jika pernah ditebang 1x disebut Ratoon I, ditebang 2x disebut Ratoon II dan seterusnya.

4. Harga gula

Harga gula lebih bisa dihitung karena pemerintah telah menetapkan harga dasar gula dan menyediakan mekanisme dana talangan. Tentu saja secara sederhana anda tinggal mengalikan jumlah gula yang didapat kali harga dasar gula, kemudian mengurangi biaya produksi. Maka anda bisa menhitung margin yang didapat. Kalau sulit mendapatkan info pasti harga dasar gula panen yang akan dating, harga dasar gula penen yang lalu bisa dijadikan ajuan.

Berburu Pupuk

Pupuk kimia entah Urea, SP 36 yang sekarang turun jadi SP 18, KCL, ataupun NPK dengan berbagai komposisi, saat ini menjadi barang langka dan jadi perebutan berbagai pihak dari distributor, kios/toko pengecer lebih-lebih petani pengguna. Hingga terjadi penjarahan diberbagai tempat yang menunjukkan betapa dibutuhkannya pupuk saat ini, hingga menjadi ketergantungan bagi petani kita.

Bila kita coba kilas balik ditahun 80-an, saat itu areal pertanian masih sangatlah luas dengan rekomendasi pemupukan berimbang untuk areal padi sawah antara 100-50-50 (N-P-K), dan bila kita lihat sekarang dengan areal pertanian yang mulai menyusut akibat pola pembangunan. Rekomendasi pemupukan menjadi tidak efektif dan efisien lagi, karena petani hanya menstandartkan kebutuhan pupuk pada penampakan visual komoditi yang ditanam, asal hijau berarti pemupukan terpenuhi sebaliknya bila masih belum hijau berarti kebutuhan tanaman akan pupuk belum tercukupi.

Dengan pola pemupukan yang demikan berakibat pada tanah itu sendiri yang ujung-ujungnya menjadi Rusak, beberapa hal penyebab kerusakan tanah adalah :

HILANGNYA HARA TANAH AKIBAT EROSI

PENGUNAAN PUPUK KIMIA DAN PESTISIDA BERLEBIH, YANG MENYEBABKAN BERKURANGNYA BAKTERI DAN MIKROBA PENGURAI HARA TANAH

PERGILIRAN TANAMAN YANG KURANG TEPAT

PENGOLAHAN LAHAN YANG BERLEBIHAN

Mengacu pada hal-hal penyebab kerusakan tanah tersebut serta fenomena kelangkaan pupuk yang terjadi, perlu upaya-upaya kreatif dan ramah lingkungan untuk menyiasati kebutuhan petani akan PUPUK, beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan saat ini adalah sebagai berikut :

ü melakukan pemupukan kimia secara berimbang dan spesifik lokasi berdasarkan hasil pengamatan dan uji coba, serta melaksanakan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu dengan melihat tingkat intensitas serangan dan tidak hanya dengan mengandalkan penggunaan pestisida kimia,

ü hanya menggunakan bahan kimia yang betul-betul sangat diperlukan, pada waktu dan tempat yang tepat untuk memberikan hasil yang terbaik,

ü dan sebisa mungkin lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan bahan-bahan non kimia dalam kegiatan pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman, seperti pergiliran tanaman, penanaman tanaman penutup tanah dan penggunaan pupuk organik, pupuk kandang, kompos, dll.





(contoh PUPUK ORGANIK bentuk Granule)

Seberapa besar manfaat pemupukan dengan Pupuk Organik, bisa kita coba dalam lingkup yang kecil, seperti gambaran berikut ini :

(A) kontrol, tanpa pemupukan sama sekali. Tanaman terlihat sangat merana.

(B) Diberi pupuk kimia, tanaman tetap merana meskipun tumbuh lebih baik.

(C) Diberi kompos/pupuk organik. Hasilnya jauh lebih baik.

(D) Diberi pupuk organik/kompos DAN PUPUK KIMIA Tumbuhnya paling baik.

Pupuk kimia adalah stimulant bagi tanaman, sedangkan pupuk Organik dengan kandungan Mikroorganisme mampu memberi kecukupan hara pada tanaman. Adapun beberapa manfaat mikroorganisme antara lain:

- Merombak asam laktat

- Membantu pembentukan asam humat

- Merombak Gula

- Merombak pati dalam gula

- Bio Pestisida terhadap ulat

- Mengurangi bau limbah

- Katalisator Penyerapan Unsur hara phosphate

- Merombak selulosa kondisi basa/pH tinggi

- Antagonis thd Jamur pathogen tanaman

- Merombak selulosa

- Pelarut Phosphate

- Merombak senyawa sulfur

- Memfikasi/menangkap Nitrogen (N) diudara

- Menangkap Nitrogen (N) di Udara

- Perombak Phosphate

data : PUPUK BIORGANIK PT. PERTANI (PERSERO)

Pertanian masa depan seperti apa yang dapat kita wariskan pada anak cucu kita nanti, tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini, sudah saatnya petani Indonesia berani MENCOBA. Untuk mengurangi ketergantungan pada PUPUK KIMIA.

MAJU TERUS PERTANIAN INDONESIA

Ada Gula Ada Semut

Gula merupakan sembako, sehingga dianggap sebagai komoditas pokok yang tataniaganya ”diatur” pemerintah.

Semut bekerja tidak sendirian tetapi melalui manjemen yang baik dengan tugas masing-masing.

Itu mungkin ungkapan yang paling cocok untuk tebu, pemerintah mengatur harga gula dengan menentukan Harga Dasar Gula lewat Dewan Gula Indonesia. Dewan gula mempertimbangkan harga dasar gula dengan mempertimbangkan

a. Kebutuhan gula tahun ini

b. Prediksi produksi gula dalam negeri

c. Biaya pokok produksi gula di tingkat petani

d. Harga gula dunia

Supaya produksi gula petani “terjamin” maka pemerintah melalui mekanisme dana talangan menjamin harga dasar gula.

Kemudahan kredit katahanan pangan (KKP) untuk tebu juga sangat merangsang petani untuk tanam tebu. Ringkasnya jika orang mau tanam tebu hanya perlu punya uang untuk sewa lahan dan dapat lahan untuk disewa.

Selanjutnya pabrik gula lewat koperasi dapat membantu :

a. Penyediaan Sarana produksi (Bibit, pupuk, pengolahan tanah, tenaga kerja, angkutan, dll)

b. Pembiayaan lewat KKP.

Begitu rapinya menajemen kadang-kadang ”petani” :

a. Tidak tahu lahannya dimana (hanya menaruh duit sewa ke ”mandor”)

b. Tidak tahu tanam tebu bagimana.

Istilah nya ”biarlah uang bekerja untuk anda”. Yang jelas dia menyerahkan uang pada ”mandor” dan nanti akhir giling dapat uang lebih (betapa enaknya). Jadi cenderung dia semakin menambah uang untuk tanam tebu (jarang petani tebu punya 1 Ha, biasanya lebih dari 5 ha).

Jadi jika anda mau tanam tebu modal utamanya anda harus punya ” mandor” yang bisa dipercaya, disamping paham usahataninya.

Mengenai Saya

Foto saya
passionate, risk taker, modal nekat, berani action dan terkadang nyleneh jadi jurus andalannya ... membangun imperium bisnis, dan seperti layaknya seorang family man, semua didedikasikan untuk anak, istri, orang tua dan keluarga ... semua dimulai dengan ranaka corp di bidang agrobisnis, bisnis 'bakul buah' ... mendirikan e-Works, entrepreneur workshop, wadah edukasi dan penyebaran virus entrepreneur ... TAKE RISK, GET DREAM, BE ENTREPRENEUR !!!