Saat ini pasar modern telah muncul dan tersebar sampai ke kota kecil. Umumnya dikategorikan menjadi hypermarket, supermarket dan mini market. Ada yang memiliki jaringan nasional seperti Carrefour, Hypermart, Giant, Hero, Lion Superindo, Indomaret dan Alfamart. Ada pula yang menggunakan nama lokal.
Petani mempunyai kesempatan sangat besar memasarkan semua produknya di modern market. Sudah saatnya petani tidak tergantung pada permainan para tengkulak yang sering merugikan. Menembus pasar modern sendiri bisa memberikan nilai tambah lebih bagi para petani. Selain bisa mempunyai akses lebih dekat dengan konsumen, bisa mengerti kebutuhan pasar, tentunya akan meningkatkan pendapatan petani itu sendiri.
Tahapan menembus pasar modern sebenarnya tidak lah sulit bahkan dibilang sangat sederhana. Malah saati ini hampir semua modern market lebih memilih punya akses langsung ke petani daripada melalui suplier yang sifatnya cuma sebagai perantara. Tentu ini menjadi peluang yang sangat bagus buat petani.
Tahapan yang perlu dilakukan adalah :
1. Kontak dengan Buyer
Modern market mempunyai staf khusus yang bertugas mencari suplier bagi kebutuhan mereka. Tugas mereka adalah sebagai pintu pertama bagi semua suplier, mulai dari pendaftaran, seleksi produk, penetapan harga beli, merancang promosi dll. Siapa buyer bisa ditanyakan langsung di tiap outlet atau langsung mendatangi kantor pusat masing-masing modern market. Perlu diketahui, buyer tiap kategori produk biasanya berbeda. Kategori buat produk petani disebut buyer fresh produce.
2. Siapkan Sample dan Price List
Umumnya buyer akan menanyakan dua hal ini, sample dan price list. Jadi siapkan produk terbaik yang kita miliki dan harga jual yang kita inginkan. Produk hendaknya dipilih dari rata-rata bukan hanya produk terbaik. Harga pun mestinya harus wajar. Kecuali buat produk-produk khusus seperti organik, hidroponik, eksotik dll. Modern market mempunyai konsep berbeda. Ada yang khusus memilih segmen pasar menengah ke atas, ada juga menengah ke bawah. Ini bisa diketahui saat petani melakukan kontak dengan buyer.
3. Kualitas dan Kontinuitas
Petani memang akan dituntut menyiapkan produk-produk berkualitas. Selain itu faktor kontinuitas juga menjadi faktor penting. Tapi modern market juga menyadari jika produk petani sangat tergantung musim. Jadi nilai tambah lebih jika petani bisa menyediakan produk pada saat off season, tentunya akan diperoleh profit margin lebih dan akan menjadi kan petani punya posisi tawar lebih kuat dibanding suplier lainnya.
4. Komunikasi
Petani hendaknya selalu menjaga komunikasi dengan pihak modern market, baik melalui buyer, supervisor, manager bahkan store manager. Selain itu juga harus mengenal baik staf modern market mulai di bagian receiving, admin dan keuangan. Jika petani bisa menjaga komunikasi tentunya akan membantu memudahkan semua urusan yang terkesan ribet.
Ayo majukan petani dan pertanian Indonesia!
Rabu, 11 Maret 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
Mengenai Saya
- priyo husodo
- passionate, risk taker, modal nekat, berani action dan terkadang nyleneh jadi jurus andalannya ... membangun imperium bisnis, dan seperti layaknya seorang family man, semua didedikasikan untuk anak, istri, orang tua dan keluarga ... semua dimulai dengan ranaka corp di bidang agrobisnis, bisnis 'bakul buah' ... mendirikan e-Works, entrepreneur workshop, wadah edukasi dan penyebaran virus entrepreneur ... TAKE RISK, GET DREAM, BE ENTREPRENEUR !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar