Rabu, 11 Maret 2009

Berburu Pupuk

Pupuk kimia entah Urea, SP 36 yang sekarang turun jadi SP 18, KCL, ataupun NPK dengan berbagai komposisi, saat ini menjadi barang langka dan jadi perebutan berbagai pihak dari distributor, kios/toko pengecer lebih-lebih petani pengguna. Hingga terjadi penjarahan diberbagai tempat yang menunjukkan betapa dibutuhkannya pupuk saat ini, hingga menjadi ketergantungan bagi petani kita.

Bila kita coba kilas balik ditahun 80-an, saat itu areal pertanian masih sangatlah luas dengan rekomendasi pemupukan berimbang untuk areal padi sawah antara 100-50-50 (N-P-K), dan bila kita lihat sekarang dengan areal pertanian yang mulai menyusut akibat pola pembangunan. Rekomendasi pemupukan menjadi tidak efektif dan efisien lagi, karena petani hanya menstandartkan kebutuhan pupuk pada penampakan visual komoditi yang ditanam, asal hijau berarti pemupukan terpenuhi sebaliknya bila masih belum hijau berarti kebutuhan tanaman akan pupuk belum tercukupi.

Dengan pola pemupukan yang demikan berakibat pada tanah itu sendiri yang ujung-ujungnya menjadi Rusak, beberapa hal penyebab kerusakan tanah adalah :

HILANGNYA HARA TANAH AKIBAT EROSI

PENGUNAAN PUPUK KIMIA DAN PESTISIDA BERLEBIH, YANG MENYEBABKAN BERKURANGNYA BAKTERI DAN MIKROBA PENGURAI HARA TANAH

PERGILIRAN TANAMAN YANG KURANG TEPAT

PENGOLAHAN LAHAN YANG BERLEBIHAN

Mengacu pada hal-hal penyebab kerusakan tanah tersebut serta fenomena kelangkaan pupuk yang terjadi, perlu upaya-upaya kreatif dan ramah lingkungan untuk menyiasati kebutuhan petani akan PUPUK, beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan saat ini adalah sebagai berikut :

ü melakukan pemupukan kimia secara berimbang dan spesifik lokasi berdasarkan hasil pengamatan dan uji coba, serta melaksanakan pengendalian hama penyakit tanaman secara terpadu dengan melihat tingkat intensitas serangan dan tidak hanya dengan mengandalkan penggunaan pestisida kimia,

ü hanya menggunakan bahan kimia yang betul-betul sangat diperlukan, pada waktu dan tempat yang tepat untuk memberikan hasil yang terbaik,

ü dan sebisa mungkin lebih mengutamakan pendekatan dengan menggunakan bahan-bahan non kimia dalam kegiatan pemupukan dan pengendalian hama penyakit tanaman, seperti pergiliran tanaman, penanaman tanaman penutup tanah dan penggunaan pupuk organik, pupuk kandang, kompos, dll.





(contoh PUPUK ORGANIK bentuk Granule)

Seberapa besar manfaat pemupukan dengan Pupuk Organik, bisa kita coba dalam lingkup yang kecil, seperti gambaran berikut ini :

(A) kontrol, tanpa pemupukan sama sekali. Tanaman terlihat sangat merana.

(B) Diberi pupuk kimia, tanaman tetap merana meskipun tumbuh lebih baik.

(C) Diberi kompos/pupuk organik. Hasilnya jauh lebih baik.

(D) Diberi pupuk organik/kompos DAN PUPUK KIMIA Tumbuhnya paling baik.

Pupuk kimia adalah stimulant bagi tanaman, sedangkan pupuk Organik dengan kandungan Mikroorganisme mampu memberi kecukupan hara pada tanaman. Adapun beberapa manfaat mikroorganisme antara lain:

- Merombak asam laktat

- Membantu pembentukan asam humat

- Merombak Gula

- Merombak pati dalam gula

- Bio Pestisida terhadap ulat

- Mengurangi bau limbah

- Katalisator Penyerapan Unsur hara phosphate

- Merombak selulosa kondisi basa/pH tinggi

- Antagonis thd Jamur pathogen tanaman

- Merombak selulosa

- Pelarut Phosphate

- Merombak senyawa sulfur

- Memfikasi/menangkap Nitrogen (N) diudara

- Menangkap Nitrogen (N) di Udara

- Perombak Phosphate

data : PUPUK BIORGANIK PT. PERTANI (PERSERO)

Pertanian masa depan seperti apa yang dapat kita wariskan pada anak cucu kita nanti, tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini, sudah saatnya petani Indonesia berani MENCOBA. Untuk mengurangi ketergantungan pada PUPUK KIMIA.

MAJU TERUS PERTANIAN INDONESIA

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Foto saya
passionate, risk taker, modal nekat, berani action dan terkadang nyleneh jadi jurus andalannya ... membangun imperium bisnis, dan seperti layaknya seorang family man, semua didedikasikan untuk anak, istri, orang tua dan keluarga ... semua dimulai dengan ranaka corp di bidang agrobisnis, bisnis 'bakul buah' ... mendirikan e-Works, entrepreneur workshop, wadah edukasi dan penyebaran virus entrepreneur ... TAKE RISK, GET DREAM, BE ENTREPRENEUR !!!